Sulap Belajar Grammar Seasik Bermain

Penulis: Martanti Wiji Rahayu, S.Pd.
Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMKN 1 Bukateja

Martanti Wiji Rahayu, S.Pd.

Bahasa Inggris terkadang menjadi momok pelajaran yang sulit dimengerti oleh sebagian siswa. Terlebih pada susunan bahasanya seperti Grammar. Tak ayal jika para siswa suka angkat tangan terlebih dahulu dalam menghadapi soal-soal tersebut. Oleh karena itu, guru harus mampu memberikan pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk kebutuhan emotional, motivasi serta minat siswa. Sehingga siswa berantusias belajar, pasti guru pun ikut senang dan bersemangat dalam menyampaikan pembelajaran.

Terlebih pada situasi pandemik Covid-19 seperti ini, pembelajaran daring seringkali membuat karakter siswa menjadi berubah karena terhalangnya jumpa antar siswa dan guru sehingga membuat siswa menjadi kurang bersemangat. Karakter siswa yang terbiasa didepan buku, kini harus berkutat dengan layar gawai. Optimalisasi penggunaan teknologi menjadi pilihan selama kegiatan pembelajaran daring terutama mapel produktif. Guru mapel produktif harus berjuang mencari cara mengajar yang inovatif guna memungkinkan pembelajaran dapat diberikan secara maksimal. Tak kalah dengan guru mata pelajaran produktif, guru mata pelajaran adaptif pun turut merasakan manfaat penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Ada banyak aplikasi yang dapat digunakan seperti whatsapp, edmodo, video conference, zoom, rumah belajar Kemdikbud, youtube dan lain-lain.


Penggunaan media teknologi dalam pembelajaran disesuaikan dengan kondisi peserta didik agar mereka bias belajar dengan baik. Pemberian game disela-sela pembelajaran sangatlah dibutuhkan guna mengusir rasa kebosanan pada siswa. Ini pula menjadi solusi para guru untuk bias mengembangkan RPP dalam bentuk Gamed Based Learning.

Pembelajaran kreatif dan inovatif bisa didapatkan dari sebuah metode pembelajaran yang mengasyikkan seperti Game Based Learning atau GBL. Game Based Learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan aplikasi permainan atau game konvensional dikelas. Dikarenakan kita dalam masa pandemic makan bisa diganti dengan menggunakan aplikasi permainan yang tersedia. GBL merupakan platform e-learning yang dapat mendorong pembelajar untuk meningkatkan motivasi belajarnya melalui pengalaman bermai game (Wang et al, 2016) GBL mencakup karakteristik permainan video dan computer bahkan gawai android para siswa untuk menciptakan pengalaman belajar. GBL memberikan pengalaman serta pengetahuan yang dapat dikombinasikan bersama guna keefisiensiannya. Dengan demikian, siswa dpaat bersantai dan fokus pada sesuatu yang berbeda tanpa tekanan.

Sudah selayaknya penggunaan suatu game harus dibiasakan di kelas atau pembelajaran daring guna memperlancar pembelajaran secara periodik. Dengan penggunaan alat bantu pembelajaran berupa game ini, siswa akan asyik untuk bermain dan belajar. Tidak hanya anak SD yang butuh game akan tetapi juga bisa diterapkan untuk anak SMK seperti di SMK Negeri 1 Bukateja. Dengan demikian siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran produktif sesuai dengan tuntutan kurikulum.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *